Peran Kepemilikan Institusional, Keberagaman Gender, dan CSR dalam Agresivitas Pajak Perusahaan

Akuntansi.umsida.ac.id – Penelitian oleh Akhmad Mulyadi, dosen Akuntansi Umsida mengupas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi agresivitas pajak perusahaan.

Mulai dari kepemilikan institusional, keberagaman gender, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Keberagaman Gender, Korporasi Tanggung Jawab Sosial Terhadap Agresivitas Pajak dengan Komisaris Independen sebagai Variabel Moderating,”

Mulyadi mengeksplorasi bagaimana komisaris independen mampu memoderasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap agresivitas pajak perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kepemilikan institusional, keberagaman gender, dan CSR memiliki pengaruh terhadap agresivitas pajak perusahaan.

Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran komisaris independen sebagai variabel moderasi, yang bertindak untuk memperkuat atau memperlemah pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap agresivitas pajak.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak.

Hal ini menunjukkan bahwa pemilik institusi cenderung tidak terlalu memperhatikan citra perusahaan selama keputusan yang diambil oleh manajemen dapat memaksimalkan kesejahteraan mereka.

Dengan kata lain, praktik penghindaran pajak tetap terjadi terlepas dari ada atau tidaknya kepemilikan institusional dalam struktur perusahaan.

Baca juga: Pengaruh Kepemilikan Institusional, Keberagaman Gender, dan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Agresivitas Pajak: Studi Dosen Akuntansi Umsida

Apakah Keberagaman Gender Berpengaruh pada Agresivitas Pajak?

Penelitian juga mengungkapkan bahwa keberagaman gender tidak mempengaruhi agresivitas pajak. Mulyadi menyimpulkan bahwa penunjukan anggota dewan direksi lebih didasarkan pada profesionalisme daripada jenis kelamin.

Temuan ini sejalan dengan teori keagenan, yang menyatakan bahwa pemilik perusahaan menyerahkan pengelolaan kepada para profesional yang dianggap lebih ahli dalam menjalankan operasional sehari-hari.

Berbeda dengan dua faktor sebelumnya, CSR terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap agresivitas pajak. Perusahaan yang memiliki tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial yang tinggi cenderung lebih sedikit melakukan praktik agresivitas pajak.

Sebaliknya, perusahaan dengan pengungkapan CSR rendah justru lebih banyak terlibat dalam praktik penghindaran pajak. Komisaris independen terbukti mampu memoderasi pengaruh kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak.

Ini berarti tata kelola perusahaan yang baik dapat memperkuat peran kepemilikan institusional dalam mengawasi tindakan manajemen, sehingga meminimalkan praktik yang hanya menguntungkan pihak manajemen, termasuk agresivitas pajak.

Namun, komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh keberagaman gender terhadap agresivitas pajak. Hal ini disebabkan oleh jumlah direktur perempuan yang masih jauh lebih sedikit dibandingkan direktur laki-laki di dalam perusahaan, sehingga pengaruh mereka terhadap pengambilan keputusan masih terbatas.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa komisaris independen mampu memoderasi pengaruh CSR terhadap agresivitas pajak.

Dengan keberadaan komisaris independen, efektivitas pengawasan terhadap kebijakan perusahaan meningkat, yang pada gilirannya membantu perusahaan mendapatkan legitimasi dari pemangku kepentingan melalui pengungkapan CSR yang lebih baik.

Semakin tinggi tingkat CSR perusahaan, semakin rendah pula kecenderungan perusahaan untuk terlibat dalam praktik penghindaran pajak.

Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa kepemilikan institusional dan keberagaman gender mungkin tidak memiliki dampak langsung terhadap agresivitas pajak, sementara CSR terbukti memiliki pengaruh signifikan.

Selain itu, kehadiran komisaris independen memainkan peran penting dalam memperkuat pengaruh kepemilikan institusional dan CSR terhadap pengurangan agresivitas pajak. Temuan ini menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan perilaku korporasi yang bertanggung jawab dalam menghadapi agresivitas pajak.

Penelitian Akhmad Mulyadi memberikan wawasan baru bagi perusahaan mengenai pentingnya meningkatkan tanggung jawab sosial dan memperkuat peran komisaris independen sebagai bagian dari upaya untuk meminimalisir praktik penghindaran pajak yang berlebihan.

Sumber: Akhmad Mulyadi

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

SMIS, Mesin Baru Organisasi untuk Bersaing di Era Bisnis Digital
July 27, 2026By
Riset Dosen Akuntansi Umsida Soroti Keamanan Data dan Kesiapan SDM dalam Penerapan SMIS
July 22, 2026By
Saat Data Menggantikan Insting dalam Pengambilan Keputusan Bisnis Modern
July 17, 2026By
Audit Teknologi: Saat Akuntan Bertemu AI dan Big Data
July 13, 2026By
Dosen Akuntansi Umsida Raih Gelar Doktor, Teliti Tajdid dalam Pengendalian Internal Perguruan Tinggi
July 9, 2026By
Akuntan di Tengah Badai AI: Saatnya Naik Kelas, Bukan Takut Tergantikan
July 5, 2026By
Revolusi Pelaporan Keberlanjutan dan Green Accounting Ubah Wajah Bisnis Indonesia
July 1, 2026By
Target Pajak 2026 Naik Tajam, Akuntan Jadi Garda Tata Kelola Perpajakan
June 27, 2026By

Prestasi

Prodi Akuntansi UMSIDA Borong Prestasi pada International Conference on Digital Economics 2026 di Universitas Muhammadiyah Bandung
May 30, 2026By
Mahasiswa Akuntansi Raih Prestasi Internasional di Ajang International Conference on Digital Economics
May 25, 2026By
Eka Frans Raih Juara 2 Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
January 6, 2026By
Capaian Baru, Mahasiswa Akuntansi Umsida Raih Juara 1 Taekwondo Kyorugi U-68
September 8, 2025By
Bawa Pulang Gelar Juara Pencak Silat, Kerja Keras Berbuah Manis
September 4, 2025By
Puteri Agustin Raih Emas Ukir Prestasi Taekwondo di Porprov Jatim IX
July 26, 2025By
Raih Wisudawan Terbaik, Maya Berbagi Kiat Sukses di Dunia Kuliah dan Bisnis
November 5, 2024By
Company Visit Mendorong Mahasiswa Agar Dapat Meraih Prestasi Melalui Lomba ASST Bandung
April 12, 2023By