Membaca Ulang Peran Strategis Industri Pasca-Pandemi sebagai Penopang Ekonomi

Akuntansi.umsida.ac.id – Penelitian terbaru Wiwit Hariyanto SE MSi, dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), membuka kembali diskusi penting mengenai posisi strategis industri telekomunikasi dalam perekonomian Indonesia.

Melalui kajian mendalam terhadap 16 perusahaan telekomunikasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020–2023.

Penelitian ini menegaskan bahwa sektor telekomunikasi tidak lagi sekadar penyedia layanan komunikasi, tetapi telah menjadi pilar utama yang menopang stabilitas ekonomi nasional di masa pandemi dan setelahnya.

Dalam bagian latar belakang penelitian , Wiwit menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 mengubah total pola aktivitas masyarakat.

Penerapan PSBB membuat sekolah, kantor, hingga aktivitas perdagangan beralih ke platform digital. Situasi ini menciptakan lonjakan kebutuhan konektivitas yang luar biasa.

Menurut dosen Umsida tersebut, “hal ini menempatkan industri telekomunikasi sebagai sektor yang bukan hanya bertahan, tetapi justru menjadi tulang punggung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,”

Baca juga: Fraud di Era Digital: Bagaimana Teknologi Membantu dan Mengancam Akuntansi

Tulang Punggung Digital yang Mendorong Banyak Sektor
Sumber: Ilustrasi AI

Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa industri telekomunikasi memiliki multiplier effect yang luas.

Jaringan internet dan konektivitas yang mereka sediakan menjadi fondasi bagi sektor pendidikan, perdagangan, kesehatan, hingga UMKM.

Pada halaman pembahasan, Wiwit menegaskan bahwa telekomunikasi kini menjadi faktor penting yang memungkinkan berbagai sektor tetap beroperasi di tengah krisis .

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi perilaku masyarakat, tetapi juga meningkatkan minat investor.

Data dalam penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telekomunikasi dianggap memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang karena kebutuhannya semakin krusial.

Aktivitas digital yang terus meningkat setelah pandemic seperti e-commerce, layanan transportasi daring, dan media hiburan digital menjadi bukti bahwa sektor ini akan tetap relevan, bahkan tumbuh semakin signifikan.

Wiwit menjelaskan bahwa “investor melihat sektor telekomunikasi sebagai sektor yang relatif aman karena permintaan akan layanan digital diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun.”

Lihat juga: Bedah Peran Hukum sebagai Perubahan Menuju Negara yang Adil: Prodi Hukum Umsida Datangkan Ahli

Ketahanan Industri dan Pertanyaan tentang Masa Depan

Namun, penelitian ini juga menempatkan industri telekomunikasi dalam konteks ekonomi makro yang kompleks.

Meskipun kuat secara fundamental, sektor telekomunikasi dalam penelitian Wiwit terbukti sangat sensitif terhadap kondisi moneter nasional, terutama inflasi dan suku bunga SBI.

Hal ini terlihat jelas dari hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel-variabel makro tersebut memiliki peran signifikan dalam memengaruhi harga saham .

Temuan ini memunculkan pertanyaan lanjutan yang penting untuk didiskusikan. Apakah sensitivitas tersebut akan bertahan dalam jangka panjang?

Bagaimana perkembangan teknologi seperti 5G dan Internet of Things (IoT) akan mengubah struktur risiko industri?

Dan mengapa sektor yang terlihat sangat kuat secara operasional tetap begitu rentan terhadap fluktuasi ekonomi?

Wiwit menegaskan bahwa “posisi strategis sektor telekomunikasi perlu terus dikaji karena meskipun terlihat stabil, sektor ini tetap berada dalam pusaran dinamika makroekonomi yang tidak bisa dihindari.”

Penelitian ini memperlihatkan bahwa di era pasca-pandemi, telekomunikasi telah bertransformasi menjadi denyut nadi perekonomian Indonesia.

Namun ketahanan sektor ini juga bergantung pada bagaimana industri dan pemerintah mampu merespons perubahan ekonomi global dan nasional yang terus bergerak dinamis.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Workshop Strategi Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi
August 16, 2026By
APSA PTMA Dorong Kurikulum Akuntansi Adaptif Hadapi Era Digital dan AI
August 12, 2026By
Tak Sekedar Amanah, Tim Abdimas Umsida Dorong Peningkatan Transparansi dan Akuntabiitas Pengelolaan Dana Infak dan Sedekah
August 11, 2026By
Upaya Masjid Al-Manar Sepanjang Sidoarjo Terapkan Transparansi Data Dana Infak dan Sedekah, Umsida Dukung Melalui Digitalisasi Pengelolaan Keuangan
August 6, 2026By
Tim Abdimas Umsida Dampingi Masjid Al-Manar Sepanjang Sidoarjo Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan dan Transparansi Dana Infak dan Sedekah
August 1, 2026By
Workshop Accurate UAS “Pemantapan Materi Accurate: Strategi Efektif Menghadapi UAS”
July 27, 2026By
Workshop LinkedIn 2026 Bekali Peserta Bangun Personal Branding dan Persiapan Karier Sejak Dini
July 22, 2026By
Webinar Go Global Karier Tips and Tricks Bekali Mahasiswa Akuntansi Hadapi Persaingan Dunia Kerja
July 17, 2026By

Prestasi

Prodi Akuntansi UMSIDA Borong Prestasi pada International Conference on Digital Economics 2026 di Universitas Muhammadiyah Bandung
May 30, 2026By
Mahasiswa Akuntansi Raih Prestasi Internasional di Ajang International Conference on Digital Economics
May 25, 2026By
Eka Frans Raih Juara 2 Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
January 6, 2026By
Capaian Baru, Mahasiswa Akuntansi Umsida Raih Juara 1 Taekwondo Kyorugi U-68
September 8, 2025By
Bawa Pulang Gelar Juara Pencak Silat, Kerja Keras Berbuah Manis
September 4, 2025By
Puteri Agustin Raih Emas Ukir Prestasi Taekwondo di Porprov Jatim IX
July 26, 2025By
Raih Wisudawan Terbaik, Maya Berbagi Kiat Sukses di Dunia Kuliah dan Bisnis
November 5, 2024By
Company Visit Mendorong Mahasiswa Agar Dapat Meraih Prestasi Melalui Lomba ASST Bandung
April 12, 2023By