Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksida) menyelenggarakan Webinar Go Global Karier Tips and Tricks Menembus Perusahaan Multinasional pada Sabtu, 18 Juli 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Dwi Andi Kurniawan, S.Ak., selaku Staff Accounting General Ledger (GL) sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai dunia kerja sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier di perusahaan nasional maupun multinasional.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum Himaksida, dan perwakilan Program Studi Akuntansi. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana berharap webinar ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan karier sejak di bangku kuliah. Ketua Umum Himaksida turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan serta berharap peserta memperoleh wawasan, pengalaman, dan motivasi dalam menghadapi dunia kerja. Sementara itu, perwakilan Program Studi Akuntansi mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh inspirasi sekaligus memahami gambaran dunia kerja pada perusahaan multinasional.

Memasuki sesi inti, moderator memperkenalkan narasumber beserta perjalanan kariernya sebelum penyampaian materi dimulai. Dwi Andi Kurniawan menjelaskan tiga jalur utama untuk memasuki dunia kerja akuntansi, yaitu melalui Kantor Akuntan Publik (KAP), Management Trainee (MT), maupun langsung bergabung sebagai staf akuntansi atau staf keuangan. Menurutnya, pengalaman di KAP menjadi salah satu pilihan yang baik untuk memperkuat pemahaman dasar akuntansi sebelum melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa penguasaan jurnal umum dan dasar-dasar akuntansi merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan akuntansi. Pemahaman tersebut tidak hanya dibutuhkan saat mengikuti proses rekrutmen, tetapi juga menjadi bekal utama ketika memasuki dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga perlu membekali diri dengan kemampuan Microsoft Excel, terutama rumus dasar seperti SUMIF, HLOOKUP, VLOOKUP, dan Pivot Table, memahami sistem ERP seperti SAP, Oracle, maupun Accurate, serta memiliki sertifikasi pendukung seperti Brevet Pajak A dan B. Menurutnya, peluang kerja lulusan akuntansi masih sangat terbuka karena setiap perusahaan membutuhkan tenaga akuntansi untuk mengelola proses pencatatan dan pelaporan keuangan.
Tidak hanya membahas kompetensi teknis, narasumber juga mengingatkan pentingnya membangun personal branding, menjaga integritas dan etika, memiliki kemampuan analisis, serta komunikasi yang baik. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga melihat kesiapan calon karyawan dalam bekerja sama, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Menanggapi pertanyaan mengenai perbedaan budaya kerja di perusahaan multinasional dan perusahaan lokal, narasumber menjelaskan bahwa tantangan yang paling sering ditemui adalah penyesuaian bahasa atau culture shock. Sementara itu, saat menjawab pertanyaan mengenai perkembangan artificial intelligence (AI), ia menegaskan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu sehingga kemampuan memahami dasar akuntansi tetap menjadi kompetensi yang tidak dapat digantikan. Ia juga mengingatkan bahwa IPK yang tinggi perlu diimbangi dengan soft skill, pengalaman organisasi, serta penguasaan aplikasi pendukung agar lulusan memiliki nilai tambah dibandingkan kandidat lainnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan moderator, sesi foto bersama, serta Quizizz berhadiah yang diikuti peserta dengan antusias. Melalui webinar ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Akuntansi Umsida semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja dengan terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kemampuan teknis maupun nonteknis, serta berani mengambil peluang untuk berkembang. Sebagaimana pesan yang disampaikan narasumber pada akhir sesi, “Berani sukses, berani menerima tantangan.”


















