Akuntansi.umsida.ac.id – Dengan komitmen untuk mewujudkan pengelolaan dana infak dan sedekah yang amanah dan terbuka di Masjid Al-Manar Sepanjang Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) hadir melakukan pendampingan terhadap Masjid Al-Manar melalui edukasi dalam upaya meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana infak dan sedekah yang telah diamanahkan pada Masjid Al-Manar Sepanjang Sidoarjo.
Program ini bertujuan untuk membantu pengurus masjid dalam mengelola, mencatat, dan pelaporan dana infak dan sedekah agar lebih sistematis dan rapi.
Dengan adanya program ini, pengurus masjid diharapkan mampu menyajikan informasi pengelolaan dana infak dan sedekah yang jelas, terbuka, dan mudah dipahami oleh jamaah.
Melalui program ini, diharapkan kedepannya Masjid Al-Manar dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain dalam menerapkan pengelolaan dana infak dan sedekah yang akuntabel dan transparan; seperti yang diungkapkan oleh Ketua Takmir Masjid Al-Manar, “Harapan saya itu transparansi (infak dan sedekah) bisa berjalan lebih efektif di periode ini, sehingga kami bisa lebih profesional dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan (yang telah diamanahkan).”
Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan dan Transparansi

Pendampingan ini berfokus pada Infak dan Sedekah Masjid Al-Manar, terutama pada aspek akuntabilitas pengelolaan dan peningkatan transparansi alokasi infak dan sedekah para jamaah.
Bentuk Infak dan Sedekah yang diamanahkan pada Masjid Al-Manar tidak hanya berupa tunai, melainkan juga berupa nasi kotak, sembako, sedekah subuh, dan lain-lain, sehingga infak dan sedekah yang tidak berupa dana/tunai seringkali tidak tercatat dengan baik.
Maka dari itu, fokus utama program pendampingan ini adalah klasterisasi akun-akun infak dan sedekah untuk tercapainya akuntabilitas pengelolaan dan transparansi karena bagaimanapun infak dan sedekah memiliki keterkaitan dengan para jamaah masjid.
Dengan begitu Tim Abdimas Umsida hadir memberikan pendampingan kepada pengurus masjid dalam mengelola keuangan dan menghadirkan transparansi pengelolaan kepada jamaah dengan memanfaatkan teknologi, agar seluruh langkah yang diambil dalam proses pengelolaan infak dan sedekah dapat tercatat dengan baik dan Masjid Al-Manar memiliki record yang jelas dan sistematis.
Bapak A. Chakim selaku Anggota Takmir Masjid Al-Manar juga berharap dengan adanya pendampingan ini, pengurus masjid bisa lebih terarah dalam pengelolaan dan transparansi kepada para jamaah yang telah memberikan infak dan sedekah melalui masjid al-manar.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Menurut Sarwenda Biduri, SE MSA ACPA, fokus dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dan transparansi infak dan sedekah merupakan langkah penting dalam optimalisasi keuangan Masjid Al-Manar.
“Kita fokuskan pada pengelolaan dan transparansi infak dan sedekah dengan memanfaatkan teknologi, jika semuanya sudah tersistematis dan transparan maka masjid-masjid lain juga dapat mengadopsi cara yang sama nantinya.” ungkapnya
Program ini selain diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi pengurus masjid al-manar dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dan transparansi infak dan sedekah, namun juga dapat menjadi contoh masjid-masjid lain yang masih kesulitan dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan dan transparansi infak dan sedekah mereka.
Penulis: Giezka Adinia Gunawan & Vanesya Ardiana Putri


















