Akuntansi.umsida.ac.id – Tim dosen bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Koperasi Dinar Amanta, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan transformasi digital koperasi sebagai upaya meningkatkan efektivitas layanan dan pengelolaan keuangan yang lebih modern dan terintegrasi.
Pendampingan dilakukan sebagai respons atas tantangan pengelolaan koperasi yang masih didominasi sistem manual.
Kondisi tersebut dinilai menghambat kecepatan layanan, akurasi pencatatan, serta proses pelaporan keuangan, terutama saat perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) akhir tahun.
Baca juga: Aplikasi Koperku Antarkan Dosen Umsida Menjadi Pelopor Digitalisasi Koperasi
Pembukuan Manual Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Koperasi

Selama ini, Koperasi Dinar Amanta masih mengandalkan pencatatan manual dan semi-manual dalam mengelola simpanan, pinjaman, serta laporan kas.
Akibatnya, pengurus membutuhkan waktu cukup lama untuk merekap data dan menyusun laporan keuangan secara menyeluruh.
Selain itu, produk anggota koperasi juga belum dipasarkan secara digital sehingga jangkauan pasarnya masih terbatas.
Ketua Koperasi Dinar Amanta, Ningrum, mengungkapkan bahwa sistem pencatatan manual menjadi kendala utama dalam operasional koperasi.
“Pencatatan keuangan di koperasi kami masih manual, sehingga saat menghitung SHU akhir tahun, pengurus butuh waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya, ujarnya.
“Selain itu, produk-produk anggota koperasi juga belum dipasarkan secara digital,” tambahnya.
Melalui kegiatan pendampingan ini, tim Umsida memulai dengan memetakan alur kerja koperasi, mulai dari pencatatan simpanan anggota, penyaluran pinjaman, hingga pelaporan kas.
Pemetaan ini menjadi dasar transisi menuju sistem digital yang lebih terstruktur.
Dalam sesi pelatihan, pengurus koperasi dibimbing membuat akun, menginput data anggota, serta melakukan simulasi pembuatan laporan kas otomatis.
Mahasiswa turut mendampingi praktik langsung agar pengurus lebih mudah memahami sistem yang diterapkan.
Lihat juga: Tampil Percaya Diri di Ajang Provinsi, Mahasiswi Umsida Raih 2nd Runner Up Miss Jawa Timur 2025
Aplikasi KOPERKU Dorong Efisiensi dan Target Peningkatan 40 Persen
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim Umsida yang diketuai Nur Ravita Hanun SE MA bersama Andry Rachmadany SKom MKom memperkenalkan aplikasi KOPERKU.
Aplikasi ini merupakan hasil riset tim pengusul yang dirancang khusus untuk mendukung pengelolaan koperasi simpan pinjam berbasis digital.
KOPERKU tersedia dalam versi web dan android dengan fitur pencatatan simpanan dan pinjaman, laporan kas masuk dan keluar, manajemen anggota, serta pembuatan laporan keuangan otomatis.
Dengan sistem ini, pengurus koperasi dapat mempercepat proses administrasi sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan.

“KOPERKU memudahkan pencatatan data anggota, pengelolaan simpanan, pemantauan pinjaman, serta penyediaan informasi saldo secara mandiri. Pengurus bisa memberikan tautan unik kepada anggota untuk mengecek informasi mereka sendiri tanpa perlu datang ke kantor. Aplikasi ini gratis, mudah, cepat, dan tanpa ribet,” jelas Andry Rachmadany.
Program ini merupakan bagian dari RisetMu 2025/2026 dan selaras dengan pencapaian SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, serta inovasi industri.
“Kami menargetkan peningkatan hingga 40 persen pada aspek pengetahuan, keterampilan, kualitas produk, dan kemampuan manajemen koperasi agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan,” tutup Nur Ravita Hanun.
Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Koperasi Dinar Amanta untuk bertransformasi menuju pengelolaan yang lebih profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berkelanjutan dalam mendukung ekonomi anggota.
Penulis: Nur Ravita Hanun
Penyunting: Indah Nurul Ainiyah


















