Ketika Utang dan Arus Kas Menentukan Cadangan Uang Perusahaan

Akuntansi.umsida.ac.id – Di balik stabilitas keuangan perusahaan, ada satu elemen yang sering luput dari perhatian publik yakni cash holding, atau cadangan kas perusahaan.

Bagi perusahaan, terutama di sektor manufaktur makanan dan minuman, kas bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi menjadi penentu kelangsungan operasional dan kemampuan bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Penelitian yang dilakukan oleh Eny Maryanti SE MA, dosen Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mengungkap fakta menarik mengenai faktor yang memengaruhi cadangan kas perusahaan.

Studi berjudul Firm Size as a Moderator in the Relationship Between Leverage, Cash Flow, Profitability, and Cash Holding meneliti perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018–2022.

Hasilnya menunjukkan kontras yang menarik, leverage dan cash flow berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding, sedangkan profitabilitas justru tidak memiliki pengaruh signifikan.

Temuan ini memunculkan perspektif baru dalam memahami strategi likuiditas perusahaan.

Lihat juga: Audit Sebagai Ikhtiar Peningkatan Mutu: SMP Muhammadiyah 5 Tulangan Siap Berbenah dan Bertumbuh

Utang Tinggi, Cadangan Kas Ikut Meningkat
Sumber: Ilustrasi AI

Dalam penelitian tersebut, leverage atau tingkat penggunaan utang terbukti memiliki hubungan positif dengan cadangan kas perusahaan.

Artinya, semakin besar tingkat utang yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula cadangan kas yang disimpan.

Fenomena ini dapat dijelaskan melalui pendekatan trade-off theory, yang menyatakan bahwa perusahaan dengan tingkat utang tinggi cenderung menyiapkan kas lebih besar untuk mengantisipasi risiko kesulitan keuangan.

Menurut Eny Maryanti, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya melihat utang sebagai sumber pendanaan, tetapi juga sebagai faktor yang menuntut kesiapan likuiditas yang lebih tinggi.

“Menurutnya hal ini terjadi karena perusahaan yang memiliki tingkat utang tinggi harus menjaga posisi kas agar tetap kuat untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang maupun bunga, sekaligus menjaga kepercayaan kreditor,” jelasnya.

Selain leverage, faktor lain yang juga berpengaruh signifikan adalah cash flow atau arus kas.

Perusahaan yang memiliki arus kas besar cenderung menyimpan lebih banyak kas sebagai cadangan.

Hal ini selaras dengan pecking order theory, yang menjelaskan bahwa perusahaan lebih memilih menggunakan dana internal daripada mencari pendanaan eksternal.

Dengan kata lain, ketika arus kas meningkat, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menyimpan sebagian dana sebagai cadangan investasi maupun penyangga risiko di masa depan.

Baca juga: Webinar Pajak “Transformasi Administrasi Perpajakan: Aktivasi CoreTax dan Pelaporan SPT Digital”

Profit Tinggi Ternyata Bukan Penentu Kas
Sumber: Pexels

Temuan paling menarik dari penelitian ini justru muncul pada variabel profitabilitas.

Secara teori, perusahaan yang memiliki laba tinggi seharusnya memiliki cadangan kas lebih besar.

Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap cash holding.

Dalam tabel regresi penelitian tersebut, nilai signifikansi profitabilitas tercatat sebesar 0,744, jauh di atas ambang batas 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut tidak berpengaruh secara statistik terhadap cadangan kas perusahaan.

“Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa tingkat kas perusahaan tidak selalu ditentukan oleh besarnya laba yang diperoleh, tetapi lebih dipengaruhi oleh kebutuhan likuiditas dan strategi pengelolaan keuangan perusahaan,” ujarnya.

Laba yang dihasilkan perusahaan tidak selalu disimpan sebagai kas.

Dalam banyak kasus, keuntungan tersebut dialokasikan untuk berbagai kepentingan lain, seperti pembayaran dividen kepada pemegang saham, ekspansi bisnis, atau investasi baru.

Namun dalam naskah penelitian tersebut juga ditemukan inkonsistensi redaksional yang menarik untuk dicermati.

Pada bagian tabel hasil analisis, profitabilitas dinyatakan tidak signifikan, tetapi pada narasi sempat disebut memiliki pengaruh negatif signifikan.

Perbedaan ini penting diluruskan karena dapat memengaruhi interpretasi pembaca terhadap kesimpulan penelitian.

Pelajaran bagi Strategi Keuangan Perusahaan

Temuan penelitian ini memberikan pesan penting bagi dunia bisnis, terutama dalam pengelolaan likuiditas perusahaan.

Cadangan kas ternyata tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan laba, tetapi lebih berkaitan dengan struktur utang dan arus kas operasional.

Perusahaan dengan leverage tinggi maupun arus kas besar cenderung lebih berhati-hati dalam menjaga cadangan kasnya.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mampu memperkuat hubungan leverage dan cash flow terhadap cash holding, meskipun tidak memoderasi hubungan profitabilitas terhadap cadangan kas.

Bagi investor dan manajer keuangan, temuan ini menjadi pengingat bahwa membaca laporan keuangan tidak cukup hanya melihat laba perusahaan.

Likuiditas dan strategi pengelolaan kas sering kali memberikan gambaran yang lebih nyata tentang ketahanan finansial sebuah perusahaan.

Di tengah dinamika ekonomi yang penuh ketidakpastian, kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara utang, arus kas, dan cadangan kas menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas bisnis jangka panjang.

Sumber: Firm Size as a Moderator in the Relationship Between Leverage, Cash Flow, Profitability, and Cash Holding: Evidence from Indonesia’s Food and Beverage Sector

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Fraud di Era Digital: Bagaimana Teknologi Membantu dan Mengancam Akuntansi
March 6, 2026By
Dr. Imelda: “Bangun Mental Wirausaha Digital, Bukan Sekadar Ikut Tren”
March 1, 2026By
Webinar Pajak “Transformasi Administrasi Perpajakan: Aktivasi CoreTax dan Pelaporan SPT Digital”
February 24, 2026By
Persiapan Karir dan Penguasaan Teknologi Akuntansi “Financial Awareness for Gen Z: Akuntansi sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Mahasiswa”
February 19, 2026By
Webinar Saham “Strategi Trading dan Investing di Tengah Volatilitas IHSG”
February 14, 2026By
SMAN 1 Ngoro Lakukan Kunjungan Edukatif ke Program Studi Akuntansi UMSIDA
February 9, 2026By
GIBEI Umsida Live Podcast Baca Grafik IHSG untuk Investor Pemula
February 4, 2026By
UMKM Rusunawa Pucang Bersiap Naik Kelas dengan Pendampingan oleh Dosen Umsida
January 30, 2026By

Prestasi

Eka Frans Raih Juara 2 Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 3
January 6, 2026By
Capaian Baru, Mahasiswa Akuntansi Umsida Raih Juara 1 Taekwondo Kyorugi U-68
September 8, 2025By
Bawa Pulang Gelar Juara Pencak Silat, Kerja Keras Berbuah Manis
September 4, 2025By
Puteri Agustin Raih Emas Ukir Prestasi Taekwondo di Porprov Jatim IX
July 26, 2025By
Raih Wisudawan Terbaik, Maya Berbagi Kiat Sukses di Dunia Kuliah dan Bisnis
November 5, 2024By
Company Visit Mendorong Mahasiswa Agar Dapat Meraih Prestasi Melalui Lomba ASST Bandung
April 12, 2023By
NGOPI (Ngobrol Pintar Prodi Akuntansi UMSIDA) Bersama Mahasiswa ASST 2022
April 11, 2023By
Mahasiswi Prodi Akuntansi UMSIDA Sabet Juara 3 Lomba Esai Pajak
July 15, 2022By