Akuntansi.umsida.ac.id – Umsida EntreVibes Vol. 1 menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda untuk belajar menjadi wirausaha di era teknologi.
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri mahasiswa internal Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), tetapi juga siswa SMA/SMK dari berbagai sekolah yang turut meramaikan seminar nasional tersebut.
Mengusung tema “Digital Edge n’ Culture: Shaping the Future,” kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang kewirausahaan berbasis teknologi digital dan kreativitas.
Melalui forum ini, peserta diajak melihat peluang besar yang dapat diciptakan dari perkembangan teknologi dan media sosial yang selama ini akrab dengan kehidupan generasi muda.
Generasi Muda dan Potensi Wirausaha Digital
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi kewirausahaan dari Dr Imelda Dian Rahmawati SE Ak MAk CA.
Ia menekankan bahwa transformasi kreativitas digital dapat menjadi jalan menuju kemandirian finansial.
Generasi muda, yang tumbuh bersama teknologi dan media sosial, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi wirausaha digital.
Kedekatan mereka dengan berbagai platform digital membuka peluang luas untuk membangun usaha berbasis konten, personal branding, maupun pemasaran produk secara online.

Namun, membangun usaha digital tidak cukup hanya dengan kemampuan membuat konten menarik.
Diperlukan keterampilan kreatif yang terarah, pemahaman terhadap tren digital, serta keterlibatan aktif dalam memanfaatkan berbagai platform secara strategis.
Peserta diajak memahami bahwa memulai bisnis digital bisa dilakukan dari langkah sederhana.
Mulai dari membangun citra diri di media sosial, menawarkan produk secara daring, hingga menciptakan layanan berbasis kreativitas konten.
Keberanian untuk memulai dan kesiapan belajar dari proses menjadi kunci penting dalam perjalanan tersebut.
Kreativitas Harus Sejalan dengan Pengelolaan Keuangan
Dalam pemaparannya, Dr Imelda menekankan bahwa kreativitas digital perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik.
Ide kreatif dan kemampuan teknologi saja tidak cukup untuk membangun kemandirian finansial.
Tanpa manajemen keuangan yang tertata, usaha sulit berkembang secara berkelanjutan.
Peserta diberi pemahaman bahwa perencanaan bisnis, pencatatan keuangan, dan pengelolaan arus kas merupakan fondasi penting dalam wirausaha digital.
Kreativitas yang tidak dikelola dengan disiplin finansial hanya akan menghasilkan popularitas sesaat, bukan kemandirian jangka panjang.
Melalui sesi ini, generasi muda diingatkan agar tidak hanya terpaku pada tren viral atau popularitas media sosial.
Konsistensi, perencanaan matang, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi faktor yang menentukan keberhasilan usaha.
Lihat juga: Smart Financial Decisions: Webinar Himaksida Meningkatkan Literasi Keuangan Gen Z
Menuju Kemandirian Finansial yang Berkelanjutan
Tujuan utama bisnis digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan membangun kemandirian finansial secara berkelanjutan.
Kemandirian ini berarti memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan secara stabil, mengelola waktu secara fleksibel, serta menentukan arah bisnis sesuai visi pribadi.
Peserta diajak untuk memandang bisnis digital sebagai investasi masa depan.
Dengan kreativitas yang terarah, pemanfaatan teknologi yang tepat, serta pengelolaan keuangan yang disiplin, peluang untuk membangun usaha yang berdaya saing semakin terbuka lebar.
Melalui Umsida EntreVibes Vol. 1, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai alat produktif untuk menciptakan peluang usaha.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjadi wirausaha digital bukan tentang siapa yang paling cepat viral, melainkan siapa yang paling konsisten membangun usaha secara bertahap dan berkelanjutan.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















