Akuntansi.umsida.ac.id –Pada hari Senin, 10 Agustus 2026 telah dilaksanakan Workshop “Strategi Publikasi Pada Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Bertempat di Ruang 210 Lantai 2 GKB 7, Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen-dosen prodi akuntansi sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman mengenai strategi menembus jurnal international bereputasi, mulai dari pemetaan penelitian, pemilihan jurnal hingga menghadapi proses review.
Pembukaan acara diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi Akuntansi Dr. Sarwenda Biduri, SE., MSA., ACPA. Setelah rangkaian sambutan selesai, dilanjutkan dengan pembacaan CV narasumber sekaligus ke inti sesi. Ibu Dr. Nur Ravita Hanun, SE., M.A., CRP., ACPA selaku moderator dan Prof. Iman Harymawan, SE., MBA., PH.D selaku narasumber pada workshop hari ini.
Workshop dengan judul Strategi Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi, Prof. Iman Harymawan dalam kurun waktu satu decade, berkat konsistensi dan strategi riset yang tepat Prof. Iman harymawan berhasil mencapai produktifitasnya hingga 144 dokumen dengan h-index 25. Hal ini bisa menjadi bukti nyata bahwa siapapun bisa menembus jurnal international dengan memilik mindset yang benar serta kekonsistenannya. Prof. Iman Harymawan juga menyampaikan data kinerja UMSIDA hingga 2026 telah mencatakan sebanyak 612 dokumen dengan 540 penulis dari 5 subjek area, sekaligus menjadi bukti bahwa potensi riset di lingkungan UMSIDA sangat besar. Selanjutnya Prof. Iman Harymawan membahas peran mentoring dalam pengembangan kompetensi, keterampilan, dan bagaimana menemukan mentoring yang baik sehingga berkualitas untuk penelitian.
Pada kalimat “Research is Fun” mengajak dosen untuk mengubah mindset dalam penelitian, dari sesuatu yang sulit menjadi kegiatan yang menyenangkan mulai dari menemukan ide, memahami reaserch gap, hingga mengembangkan penelitian secara lebih terarah dan mudah dipahami. Selanjutnya ide penelitian juga biasanya dapat muncul dari berbagai aktivitas dan pengalaman sehari-hari. Perbedaan antara Old Mindset dengan New Mindset, secara garis besar jangan anggap riset itu sulit, seperti terjebak membaca banyak artikel tanpa tujuan hingga bingung research gap, kontribusi, dan alat statistic. Sebaliknya, bahwa riset dianggap mudah itu mengubah cara pandang kita, dengan cakupan yang lebih luas, cukup membaca sedikit sumber yang berkualitas tinggi, memanfaatkan alat bantu riset seperti beberapa contoh calls for paper dan byu accounting rankings serta pahami siapa pihak yang berkaitan.
Dalam proses pengolahan data, dimulai dari mengumpulkan data, menyiapkan data, memvisualisasikan data, menganalisis data, hingga menyampaikan hasil data tersebut dengan cara yang mudah dipahami. Selanjutnya membahas demand dan supply dalam proses publikasi ilmiah, peneliti perlu melihat kebutuhan dan minat jurnal sebelum melakukan penelitian sehingga penelitian akan menyesuaikan targetnya dan dapat dibuat lebih relevan serta memiliki peluang untuk di publikasikan.

Prof. Iman Haryrmawan memaparkan 6 alasan utama penolakan naskah berdasarkan riset dari Alex Edmans yaitu hasilnya tidak cukup baru, tidak cukup penting, topik tidak sesuai dengan jurnal keuangan yang bersifat umum, hasilnya tidak cukup dapat digeneralisasi, artikel hanya mempertimbangkan hanya satu sisi dari trade-off artikel, serta tidak memiliki hipotesis yang jelas. Selanjutnya Prof. Iman Harymawan memaparkan pendekatan desain thingking dalam proses penelitian yang terdiri dari 5 tahapan, 1. Empati ( memahami preferensi editor dan reviewer terkait topik, metodologi, dan presentasi), 2. mendefinisikan (menentukan ruang lingkup penelitian), 3. ide (pengumpulan data dan informasi melalui analisis sumber data yang sudah ada), dilanjutkan dengan prototipe melalui pembuatan draft awal serta diakhiri dengan test yaitu cara menyebar luaskan draft tersebut mempresentasikan di konferensi sebagai tahap uji coba sebelum proses publikasi secara resmi.
Pembahasan selanjutnya tujuan utama dari setiap proposal penelitian untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa
- Masalah yang akan diteliti penting
- metode yang digunakan telah sesuai
- hasil penelitian kemungkinan besar akan memberikan kontribusi baru bagi literatur yang ada .
Pemaparan materi kedua yaitu berjudul mangapa naskah ditolak? Dari gambaran umum ada 3 alasan terjadinya penolakan pertama kontribusi, kedua eksekusi, dan ketiga eksposisi. Dengan berbagai macam tingkat rate dari 3-10% dengan kategori impact tinggi, 70-80% tingkat desk-reject di sejumlah jurnal social serta >50% naskah ditolak pada jurnal bisnis, ekonomi & ilmu social. Penolakan Kontribusi terdiri dari beberapa isi kurang orisinalitas dan kebaruan, dampak tidak memadai, topik terlalu sempit, kurang kontribusi konseptual, topik yang jenuh, cakupan & audiens. Penolakan eksekusi terdiri dari desain dan metodologi yang cacat, hasil tidak didukung, dan sumber data berkualitas rendah. Yang terakhir penolakan eksposisi terdiri dari tinjauan literatur using, plagiarisme, konten tidak ilmiah, kualitas Bahasa buruk, dan kurang presentasi ilmiah.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Ibu Hanun selaku dosen UMSIDA menanyakan strategi menghadapi reviewer yang meminta revisi di luar idealism awal, serta kendala pendanaan asisten riset. Menanggapi hal tersebut, Prof. Iman Harymawan menyarankan pemanfaatan dana hibah (grant), fleksibilitas dalam penyesuaian kebutuhan riset, dan komitmen kuat dalam mencari mentor. Prof. Iman Harymawan juga menambahkan analogi bahwa 97% UMKM gagal di tahun kedua karena tidak melakukan review pasar, yang relevan dengan pentingnya validasi pasar dalam publikasi ilmiah. Pertanyaan diskusi kedua dari Ibu Hadiah selaku dosen UMSIDA menanyakan dari pembahasan sebelumnya tentang salah satu contoh topik penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya apakah lebih baik menggunakan data sekunder, lebih cepat dan mudah diterima?. Meskipun kuantitatif akan tetapi memakai data primer apakah bisa?. Prof. Iman Harymawan menanggapi bahwa yang membedakan antara ingin meneliti dapat menggunakan metode apa saja bisa dan jika publikasi dapat disesuaikan kepada marketnya yaitu paling banyak kualitatif. Dan jawaban kedua adalah bisa saja kuantitatif memakai data primer.
Rangkaian acara selanjutnya adalah sesi penyerahan sertifikat dan cendera mata yang dilakukan oleh Ibu Dr. Sarwenda Biduri, SE., MSA., ACPA. selaku Kepala Program Studi Akuntansi, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama dengan narasumber dan seluruh dosen Akuntansi. Setelah sesi foto bersama selesai Ibu Dr. Nur ravita Hanun, SE., MA., CRP., ACPA. selaku moderator secara resmi menutup seluruh rangkaian acara Workshop Strategi Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi. Melalui kegiatan ini, para dosen Akuntansi memperoleh wawasan dan strategi baru dalam proses riset, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas dan peluang publikasi di jurnal bereputasi global.



















