Himpunan Mahasiswa Akuntansi Umsida (HIMAKSIDA) menyelenggarakan kegiatan MUNSAF (Mari Menuju Bulan Suci Ramadhan Bersama HIMAKSIDA) pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Masjid Baiturrahim Kampus 2 Umsida. Kegiatan MUNSAF ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi yang ingin mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Acara dimulai pada pukul 15.45 WIB setelah proses registrasi peserta yang telah dilakukan oleh panitia.
Kegiatan MUNSAF diawali dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk pembuka kegiatan bernuansa religius. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh ketua pelaksana serta Ketua HIMAKSIDA. Dalam sambutannya, Ketua HIMAKSIDA menyampaikan harapannya agar kegiatan MUNSAF dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan lebih baik.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memandang Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Melalui kegiatan MUNSAF ini diharapkan mahasiswa dapat memperkuat iman serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan Ramadhan sebagai waktu untuk meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah.
Memasuki acara inti, kegiatan MUNSAF dilanjutkan dengan kajian Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Hifni Solikhin, S.Ag., M.Pd. Dalam kajiannya, beliau menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang memiliki banyak keistimewaan dan harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh setiap muslim.
“Ramadhan itu harus dimanfaatkan secara maksimal karena Ramadhan adalah tempat kita untuk mentarbiyah diri. Ramadhan melatih kedisiplinan, mulai dari menahan diri, mengatur waktu, hingga menjaga hati dan perilaku,” ungkap beliau dalam kajian MUNSAF tersebut.
Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa keberhasilan ibadah Ramadhan tidak hanya dilihat selama bulan tersebut berlangsung, tetapi juga dari perubahan kebiasaan setelah Ramadhan berakhir. Menurutnya, Ramadhan yang dijalani dengan baik akan memberikan pengaruh positif terhadap ibadah pada bulan-bulan setelahnya.
“Kalau setelah Ramadhan minimal kita bisa menjaga amalan seperti puasa Syawal enam hari, atau setidaknya tiga hari puasa sunnah dalam sebulan, itu sudah menunjukkan bahwa Ramadhan memberikan pengaruh dalam kehidupan kita,” jelasnya kepada para peserta kajian.
Beliau juga mengingatkan bahwa bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Salah satunya adalah dilipatgandakannya pahala amal ibadah serta adanya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, setiap muslim diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbanyak amal ibadah seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam, serta memperbanyak doa.
Setelah kajian selesai, kegiatan MUNSAF dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar ibadah di bulan Ramadhan serta cara memaksimalkan amalan selama bulan suci tersebut.
Menjelang waktu berbuka puasa, panitia kemudian membagikan takjil kepada peserta yang hadir. Suasana kebersamaan terlihat ketika peserta dan panitia bersama-sama menunggu waktu maghrib sambil berbincang dan menikmati hidangan yang telah disediakan.
Setelah adzan maghrib berkumandang, seluruh peserta melaksanakan sholat maghrib berjamaah di Masjid Baiturrahim Kampus 2 Umsida. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia.
Kegiatan MUNSAF ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menyambut bulan suci Ramadhan serta menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.



















