Akuntansi.umsida.ac.id– Siapa sangka, keberanian menghadapi rasa gugup justru menghasilkan prestasi membanggakan?
Pengalaman tersebut dirasakan Prasetyo Utomo, mahasiswa Program Studi Akuntansi Umsida. Ia berhasil membuktikan kemampuannya melalui dua pencapaian akademik sekaligus.
Prasetyo meraih Juara 3 Best Paper pada ICEBIZ 2025. Ajang tersebut merupakan International Conference on Economics and Business.
Ia juga meraih predikat Lulusan Terbaik Prodi Akuntansi. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi Akuntansi Umsida.
Keberhasilan tersebut tidak hadir melalui proses yang singkat. Ada ketekunan, keberanian, dan dukungan dosen dalam perjalanan akademiknya.
Baca Juga: SMIS, Mesin Baru Organisasi untuk Bersaing di Era Bisnis Digital
Perjalanan Riset Dimulai Sejak Semester Dua
Dunia penelitian mulai akrab dengan Prasetyo sejak awal perkuliahan. Kesempatan pertamanya datang ketika memasuki semester dua.
Saat itu, Prof. Sigit melibatkannya dalam sebuah proyek penelitian. Pengalaman tersebut menjadi awal ketertarikannya terhadap dunia riset.
Memasuki semester tiga, Prasetyo kembali memperoleh kesempatan berharga. Ia terlibat dalam kegiatan penelitian bersama Ibu Eny.
Keterlibatan tersebut semakin mengasah kemampuan analisis dan penulisan ilmiahnya. Ibu Eny juga berperan langsung dalam membimbing penyusunan skripsinya.
Pengalaman riset tersebut menjadi bekal penting mengikuti kompetisi internasional. Prasetyo ingin menguji kemampuan melalui tantangan yang lebih besar.
“Saya ingin menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman,” ungkapnya.
Ia menjadikan ICEBIZ sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi akademik. Terlebih, seluruh presentasi penelitian harus disampaikan menggunakan bahasa Inggris.
Berani Menghadapi Tantangan Kompetisi Internasional
Perjalanan menuju prestasi internasional tentu menghadirkan berbagai tantangan. Prasetyo harus mempersiapkan penelitian sekaligus menyusun materi presentasi.
Sebagian besar persiapan dilakukan melalui bimbingan langsung di kampus. Sementara itu, pelaksanaan konferensi ICEBIZ berlangsung secara daring.
Tantangan utamanya terletak pada penyusunan materi berbahasa Inggris. Ia harus memastikan penggunaan bahasa sesuai standar presentasi akademik.
Rasa gugup juga menjadi tantangan ketika menghadapi audiens akademik. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya mengikuti kompetisi.
“Tantangan terbesar saya adalah mengelola rasa gugup saat presentasi,” ujarnya.
Ia mengatasinya dengan latihan intensif dan persiapan secara disiplin. Manajemen waktu juga menjadi strategi penting selama proses kompetisi.
Di tengah kesibukan penelitian, tanggung jawab perkuliahan tetap dijalankan. Prasetyo berupaya menjaga konsistensi belajar pada setiap semester.
Kedisiplinan tersebut akhirnya mengantarkannya meraih dua pencapaian membanggakan. Prestasi kompetisi internasional berhasil diraih bersama predikat lulusan terbaik.
Lihat Juga: Lulusan dengan Predikat Terbaik Prodi Akuntansi pada Yudisium XXXVI Tahun 2026
Dukungan Dosen dan Doa Ibu, Kunci Prestasi Prasetyo Utomo

Bagi Prasetyo, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Prof. Sigit dan Ibu Eny memberikan pengalaman penelitian berharga.
Namun, doa sang ibu menjadi kekuatan tersendiri baginya. Dukungan keluarga membuatnya terus bersemangat menghadapi berbagai tantangan akademik.
Prasetyo mengaku bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih. Perjuangan selama perkuliahan akhirnya memberikan hasil yang membanggakan.
Ia juga membagikan pesan motivasi kepada mahasiswa Akuntansi lainnya.
“Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman,” pesannya.
Menurutnya, mahasiswa perlu berani mengikuti kompetisi nasional maupun internasional. Pengalaman tersebut dapat membuka kesempatan mengembangkan kemampuan diri.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan dosen pembimbing. Konsistensi belajar harus tetap dijaga meskipun tugas terus bertambah.
“Jangan mudah menyerah dalam menjaga konsistensi nilai dan IPK,” tambahnya.
Kisah Prasetyo menjadi inspirasi bagi mahasiswa Prodi Akuntansi Umsida. Keberanian dan kerja keras mampu membuka jalan menuju prestasi.
Penulis : Selvy Dwi Machmuda

















