Hijrah Berat Tapi Nikmat

Pada Era Millenial seperti ini tak jarang kita mendengar anak muda ingin berhijrah. Mendengar kata hijrah, mungkin masih banyak diantara kita yang langsung tertuju ke sejarah tentang “Hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah” atau memaknai ungkapan hijrah dengan berpindah tempat. Rupanya pengertian hijrah tak sesederhana itu.
Namun ia memiliki arti yang lebih luas. Sederhananya, hijrah itu artinya pindah, menjauhi atau menghindari. Yang namanya manusia, ia pasti ingin pindah dari kondisi ketidaknyamanan, menjadi nyaman. Dari keterpurukan menuju kesejahteraan. Semua orang yang hidup di dunia ini mempunyai kesempatan untuk hijrah. Namun, tidak semua mampu dan ingin berhijrah. Padahal, kesempatan dan hidayah seringkali Allah berikan kepada semua hamba- Nya.
Hijrah merupakan suatu kebutuhan bukan pelengkap, suatu kewajiban bukan budaya, dan juga bukanlah suatu tren atau gaya hidup masa kini. Melainkan hijrah sebagai salah satu prinsip hidup, harus senantiasa kita maknai dengan benar. Selain itu, Hijrah bukan sekedar milik mereka yang pernah berzina, pernah mabuk, judi, pengguna narkoba, yang membuka aurat, dan yang lainya. Tetapi, hijrah itu adalah hak bagi semua orang yang merasa jauh dari Allah dan ingin kembali ke jalan –Nya. Yang sering terlupakan adalah dia yang merasa hidupnya tidak pernah berbuat keburukan, padahal hatinya begitu jauh dari Allah, begitu penuh dengan penyakit hati, dan tak pernah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Ketika ada tangan yang tak ingin bersaksi bahwa dia pernah mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Ketika ada kaki yang tak ingin bersaksi bahwa dia pernah berjalan menuju tempat maksiat. Ketika ada mata yang tak ingin bersaksi bahwa dia pernah melihat sesuatu yang haram. Ketika ada bibir yang tak ingin bersaksi bahwa dia pernah mengumpat, ghibah, dan mengolok seseorang yang bahkan mengenalnya saja tidak. Ketika ada telinga yang tak ingin bersaksi bahwa dia pernah mendengar kalimat- kalimat yang tidak Allah suka. Maka hijrah adalah jawabannya.
Maka dari itu, khususnya bagi generasi muda, kita tidak perlu ribet ingin menjadi populer, hits, dan mendapakan followers milyaran. Yang harus kita lakukan adalah kembali ke dunia islam yang sebenarnya. Dengan cukup menjadi “Selebsky“, yaitu seleb yang terkenal di penduduk langit dengan memperbanyak ibadah, dzikir, dan amalan- amalan sholeh lainnya. (Erika)

Related Posts

Mahasiswi Prodi Akuntansi UMSIDA Sabet Juara 3 Lomba Esai Pajak

Akuntansi UMSIDA — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswi Prodi Akuntansi UMSIDA....

Mahasiswa Akuntansi UMSIDA disebar ikuti program magang

Pelaksanaan Monev Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ini dilakukan...

Prodi Akuntansi UMSIDA Lakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Magang

Diakhir penghujung perkuliahan, Prodi Akuntansi UMSIDA melaksanakan program monitoring dan...

Leave a Reply